Ternyata, berislam hingga usia 50 tahun tidak menjaminku tahu sepenuhnya lika-liku perkawinan Nabi Muhammad (NM), tak terkecuali dengan Ramlah bint Abi Sufyan --akrab dipanggil Ummu Habibah (UH).
Perkawinan NM dengan UH menurutku tergolong unik, salah satunya, karena NM diwakili King Aramah (KA), Raja Kerajaan Aksumit. Dalam literatur klasik Islam dia identik dengan Ashamah ibn Abjar, Raja Habasyah Ethiopia, pengikut Kristus, memerintah periode 614-630 M.
NM menikahi UH secara in absentia (ghoib); beliau di Madinah sedangkan UH hidup di Aksumit berstatus sebagai eksil --pelarian politik. Dalam perkawinan in absentia, Gus Dur dan Ibu Sinta juga melakukannya.
KA tidak hanya diminta mewakili NM. Lebih jauh, dia sedemikian baik hati ikut menanggung semua tetek-bengek perkawinan tersebut, termasuk maskawin NM.
PENCARI SUAKA
Sekitar tahun kelima sejak NM diangkat sebagai nabi, umat Islam mengalami persekusi dari sebagian kelompok di Makkah. Demi keamanan, komunitas islam awal ini selanjutnya mencari suaka politik ke Ethiopia (Abbysina/Habsyah), tepatnya ke kerajaan Kristen Aksumit, sekitar tahun 615 Masehi.
Ada 12 laki-laki dan 4 perempuan yang berangkat; diantara mereka adalah Utsman bin Affan dan istrinya Ruqayyah (salah satu putri NM). Ello Gabaz, raja Aksumit saat itu, yang merupakan kakek dari Aramah, menerima pencari suaka dengan tangan terbuka.
Meski berbeda agama, mereka diperlakukan sangat baik. Kerajaan Aksumit menganggap pengikut NM tidak hanya memiliki kesamaan teologi namun juga narasi serupa terkait sosok Isa/Yesus. Di titik ini, banyak mufassir Al-Qur'an meyakini narasi panjang kelahiran Yesus dalam QS. Maryam turun dalam konteks historis ini.
Setahun kemudian, 616 Masehi, situasi politik Mekkah tetap memburuk bagi umat Islam. NM memutuskan memberangkat gelombang kedua pencari suaka ke Abbysinia.
Keberangkatan kali ini berkekuatan lebih besar, terdiri dari 83 laki-laki dan 18-19 perempuan, Diantara rombongan ini adalah pasangan suami istri Ramlah bint Abi Sufyan dan Ubaidillah bin Jahsy -- saudara kandung Zainab bint Jahsy, salah satu istri NM kelak.
Rombongan dipimpin Ja'far bin Abi Thalib, sepupu NM. NM membuat surat pengantar kepada KA yang dititipkan kepada Ja'far bin Abi Thalib. Berikut isinya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ إِلَى النَّجَاشِيِّ الأَصْحَمِ مَلِكِ الْحَبَشَةِ، سِلْمٌ أَنْتَ، فَإِنِّي أَحْمَدُ إِلَيْكَ اللَّهَ الْمَلِكَ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ عيسى بن مَرْيَمَ رُوحُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ، أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ الْبَتُولِ الطَّيِّبَةِ الْحَصِينَةِ، فَحَمَلَتْ بِعِيسَى، فَخَلَقَهُ اللَّهُ مِنْ رُوحِهِ وَنَفْخِهِ كَمَا خَلَقَ آدَمَ بِيَدِهِ وَنَفْخِهِ، وَإِنِّي أَدْعُوكَ إِلَى اللَّهِ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَالْمُوَالاةِ عَلَى طَاعَتِهِ، وَأَنْ تَتَّبِعَنِي وَتُؤْمِنَ بِالَّذِي جَاءَنِي، فَإِنِّي رَسُولُ اللَّهِ، وَقَدْ بَعَثْتُ إِلَيْكَ ابْنَ عَمِّي جَعْفَرًا وَنَفَرًا مَعَهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، فَإِذَا جَاءَكَ فَأَقِرَّهُمْ، وَدَعِ التَّجَبُّرَ، فَإِنِّي أَدْعُوكَ وَجُنُودَكَ إِلَى اللَّهِ، فَقَدْ بَلَّغْتُ وَنَصَحْتُ، فَاقْبَلُوا نُصْحِي، وَالسَّلامُ عَلى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدى.
"Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Dari Muhammad, Rasulullah, kepada Negus, Raja Abyssinia yang berkulit hitam: Salam sejahtera atasmu. Aku memuji Allah, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Damai, Yang Maha Beriman, Yang Maha Pelindung. Dan aku bersaksi bahwa Isa, putra Maryam, adalah Ruh Allah dan Firman-Nya, yang Dia tanamkan ke dalam Maryam, perawan yang suci, sakral, dan berbudi luhur, dan dia mengandung Isa, dan Allah menciptakannya dari Ruh dan nafas-Nya. Sebagaimana Dia menciptakan Adam dengan tangan dan nafas-Nya sendiri, aku menyeru kalian kepada Allah semata, tanpa sekutu, dan kepada ketaatan kepada-Nya, dan untuk mengikuti aku dan beriman kepada apa yang telah kubawa, karena aku adalah Rasulullah. Aku telah mengutus sepupuku Ja'far dan sekelompok Muslim bersamanya. Ketika dia datang kepada kalian, terimalah mereka dan tinggalkan kesombongan kalian, karena aku menyeru kalian dan pasukan kalian kepada Allah. Aku telah menyampaikan pesan. Aku telah memberi nasihat, maka terimalah nasihatku, dan salam sejahtera atas orang-orang yang mengikuti petunjuk."
RAMLAH BERPISAH
Pencari suaka gelombang kedua tinggal di Ethipia kurang lebih 12-13 tahun sejak 616 Masehi. Selama di sana, pasangan Ramlah-Ubaidillah dikarunia anak perempuan. Namanya Habibah. Itu sebabnya Ramlah dikenal dengan nama Ummu Habibah (ibunya Habibah).
Ubaidillah dikabarkan memilih pindah agama Kristen. Ia mempersuasi istrinya agar mengikuti jejaknya. Istrinya memilih tetap Islam. Keduanya berpisah. Ramlah menjanda. Putrinya Habibah ikut dengannya.
Entah bagaimana ceritanya, kabar perceraian ini sampai ke telinga NM di Madinah. Ia kemudian mengirim utusan khusus, Amr bin Umayyah adh-Dhamri, membawa surat ditujukan kepada Raja Aramah. Isinya; meminta sang Raja mewakilinya menikahi UH.
Menurut catatan Dalail al-Nubuwwah karya Al-Baihaqi, sebelumnya UH telah bermimpi; seseorang memanggilnya "Ya Ummu al-Mu'minin," Setelah terbangun ia gemetar dan menyadari ini adalah isyarat akan dinikahi NM.
KA kemudian meminta salah satu budak perempuannya, Abrahah, menemui UH untuk menyampaikan kabar ini. Saking gembiranya, UH memberikan banyak hadiah pada Abrahah.
IJAB KABUL
Proses perkawinan berlangsung di istana, 7 hijriyah atau sekitar 628-629 M. Tidak hanya para pejabat kerajaan yang hadir namun juga para sahabat NM yang statusnya pencari suaka politik, termasuk Ja'far bin Abi Thalib.
Semua kebutuhan acara ditanggung pihak istana, tak terkecuali maskawin (mahar) berupa uang emas 4.000 dirham, diambil dari harta pribadi KA sendiri.
KA memulai prosesi akad nikah dengan memuji Allah menggunakan Asmaul Husna.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ السَّلَامِ الْمُؤْمِنِ الْمُهَيْمِنِ الْعَزِيزِ الْجَبَّارِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّمُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّهُ الَّذِي بَشَّرَ بِهِ عِيسَى بْنُ مَرْيَمَ، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَتَبَ إِلَيَّ أَنْ أُزَوِّجَهُ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ أَبِي سُفْيَانَ، فَأَجَبْتُ إِلَى مَا دَعَا إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، وَقَدْ أَصْدَقْتُهَا أَرْبَعَمِائَةِ دِينَارٍ.
"Segala puji bagi Allah, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Damai, Yang Maha Beriman, Yang Maha Pelindung, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Memaksa. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa dialah yang dinubuatkan oleh Isa, putra Maryam. Kemudian, Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menulis surat kepadaku meminta agar aku menikahkan Umm Habibah, putri Abu Sufyan, kepadanya, dan aku menanggapi permintaan Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam. Beliau shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda, 'Aku telah memberinya empat ratus dinar sebagai maharnya.'”
Setelah KA selesai berpidato dan mengahamburkan ribuan uang emasnya, Khalid bin Sa'id bin al-Ash segera berdiri mewakili UH, menyampaikan pidato penerimaannya.
الْحَمْدُ لِلَّهِ، أَحْمَدُهُ وَأَسْتَعِينُهُ وَأَسْتَغْفِرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ.
أَمَّا بَعْدُ: فَقَدْ أَجَبْتُ إِلَى مَا دَعَا إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَزَوَّجْتُهُ رَمْلَةَ بِنْتَ أَبِي سُفْيَانَ، فَبَارَكَ اللَّهُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
"Segala puji bagi Allah, aku memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan memohon ampunan-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya. Beliau adalah orang yang Allah utus dengan membawa petunjuk dan agama yang haq untuk memenangkannya di atas seluruh agama meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya. Amma ba'du: Aku penuhi permintaan Rasulullah ﷺ dan aku nikahkan
beliau dengan Ramlah binti Abi Sufyan. Semoga Allah memberkahi Rasulullah ﷺ ."
Setelah ijab kabul selesai, para tamu mulai bergegas pergi. Hanya saja, langkah mereka tertahan suara KA.
"Duduklah kalian! Sesungguhnya sunnah para Nabi jika mereka menikah adalah dengan mengadakan jamuan makan
(walimah),"
KA memerintahan agar aneka kuliner dihidangkan. Para pencari suaka yang selama belasan tahun hidup dalam kesederhanaan akhirnya dapat menikmati hidangan sebagai perayaan perkawinan in absentia pemimpin mereka.
KEMBALI DENGAN KAPAL
Hubungan KA dan NM semakin erat. Beberapa waktu kemudian, NM menulis surat lagi, meminta KA agar mengizinkan seluruh pencari suaka kembali ke Madinah. Permintaan itu dikabulkan KA.
Bahkan kabarnya ia menyediakan dua kapal khusus bagi para pencari suaka, tak terkecuali UH, untuk menyeberangi Laut Merah. KA juga memberikan pengawalan hingga rombongan tiba di Madinah. Lebih dari itu, melalui mereka, KA menitipkan aneka hadiah kepada NM, seperti pakaian dan wewangian.
Sedemikian baiknya relasi kerajaan Aksumit dan Madinah, pada saat NM mendengar kabar KA meninggal dunia, ia melaksanakan shalat ghaib bersama para sahabat. Ritual ini bisa dianggap sebagai salah satu bentuk penghormatan tertinggi seseorang di mata NM.
RAJA ARAMAH ISLAM?
Cerita tentang dilaksanakan shalat ghaib bagi KA memantik spekulasi di kalangan para sejarawan Islam; bahwa sang raja telah masuk Islam. Spekulasi ini bahkan telah berubah menjadi keyakinan sejarah di internal umat Islam.
Namun benarkah KA telah benar-benar menjadi orang Islam (muslim), pindah dari kekristenan? Hampir semua sarjana Islam klasik mengkonfirmasi keislaman KA. Hal ini didasarkan pada cerita NM melakukan shalat ghaib saat KA meninggal dunia.
Dalam pandangan mereka, hanya orang Islam yang pantas mendapat kesempatan seperti itu. Basis argumentasi selanjutnya; ekspresi literal KA. Dia, sebagaimana tertulis dalam sumber-sumber klasik Islam di atas, tidak hanya mengakui Allah sebagai tuhan esa namun juga merekognisi status profetik NM.
Ditambah lagi, NM konon pernah mengeluarkan perintah; melarang siapapun menyerang Aksumit --selama kerajaan ini tidak menyerang orang Islam. Larangan ini dipatuhi oleh para penggantinya.
Namun demikian, literatur non-Islam tidak mendukung klaim kepindahan agama KA. Kerajaan Aksumit tetap kristen. Hal ini dibuktikan dengan tidak berubahnya simbol mata uang maupun kehidupan masyarakatnya pada saat itu.
Salah satu sejarawan Ethiophia, Serge Hable Selassie, termasuk yang meragukan konversi agama KA. Menurutnya pelabelan Islam pada KA oleh para penulis Islam Arab bisa jadi merupakan salah satu strategi agar kerajaan ini tetap hidup sebagaimana adanya; tak tersentuh oleh gurita imperialisasi Islam kala itu.
Dengan yakinnya Selassie menyatakan, "essentially, however, it was the friendly attitude of Armah towards Islam which enabled Ethiopia to remain Christian despite the proximity of strong Islamic states. (Namun pada intinya, sikap ramah Armah terhadap Islamlah yang memungkinkan Ethiopia untuk tetap beragama Kristen meskipun berdekatan dengan negara-negara Islam yang kuat),"
DUA AGAMA BAIK-BAIK SAJA
Cerita di atas menunjukkan relasi kuat NM dan KA. Meski berbeda agama, mereka merasa memiliki iman yang sama; iman monoteistik yang berkesinambungan.
KA menunjukkan rekognisi atas visi profetik NM. Dan, ini yang paling penting, tindakannya yang terpuji atas rombongan pencari suaka serta kontribusinya pada perkawinan NM dan UH sungguh merupakan cerminan atas iman tersebut.
Di sisi lain, NM secara terbuka dan tulus mengakui posisi penting Isa/Yesus dalam keimanan KA. Ini tercermin dalam surat pengantarnya kepada KA. NM mengakui Isa/Yesus merupakan Ruh dan Firman Allah.
Jika mau jujur, posisi NM atas hal ini benar-benar sejalan dengan kehendak Allah melalui Al-Qur'an. Terkait ini, Prof. Geoffrey Parrinder merupakan salah satu sarjana yang telah membuat karya mengagumkan.
Dalam aspek hukum perkawinan Islam; cerita di atas mengajak kita sejenak merenung, terdapat setidaknya dua hal penting. Pertama, keinginan NM diwakili KA saat ijab kabul menunjukkan contoh konkrit kebolehan pengikut Kristus terlibat aktif dalam ritual perkawinan, sepanjang pemberi mandat dan penerima mandat tidak keberatan atas hal ini.
Bagiku ini penting, mengingat hukum perkawinan Islam formal di indonesia saat ini benar-benar mengeksklusi kehadiran orang non-islam. Di Indonesia, masih banyak orang Islam yang tidak bisa move on dari kurungan stigmatisasi atas kelompok non-Islam. Dianggapnya mereka sebagai orang jahat yang tidak sejajar dengannya. Padahal, praktek NM di atas telah memberikan gambaran benderang.
Kedua, sosok UH bisa dijadikan teladan. Keberanian dan keteguhannya untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya terlihat sangat nyata. Ia digambarkan tidak merasa nyaman dipaksa pindah agama oleh Ubaid Allah bin Jahsy, mantan suaminya. Dan, berani mengambil sikap merdeka atas hal itu.
Menjadi penting diingat kembali bahwa Islam memiliki prinsip penting; pantang mengislamkan orang lain serta pantang dipaksa pindah. Al-Quran secara umum tidak melarang perkawinan orang Islam dengan pemeluk agama monoteistik (orang-orang yang Percaya Tuhan/mu'min). Sebab, kitab suci ini memiliki prasangka baik; bahwa setiap orang bisa hidup bahagia dalam keluarga dengan perbedaan agama dalam satu rumpun; rumpun agama yang percaya Tuhan.(*)
Daftar Bacaan
- Alalwani, Taha Jabir. Apostasy in Islam: A Historical and Scriptural Analysis. International Institute of Islamic Thought (IIIT), 2011. https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=obOLFxuBbekC&oi=fnd&pg=PR7&dq=Apostasy+in+Islam:+A+Historical+and+Scriptural+Analysis&ots=5Jhu93XCUb&sig=c30CdPpb_mIB6UI_a7mFZNiYe2c.
- - K, Irvine, A. “Ella-Gabaz.” Dictionary of African Christian Biography, 500s600s. https://dacb.org/stories/ethiopia/ella-gabaz/.
- Mernissi, F. (1999). The veil and the male elite: A feminist interpretation of women’s rights in Islam. Perseus Books.
- Munro-Hay, Stuart. “Aksum an African Civilisation of Late Antiquity.” 1991.
- Munro-Hay, Stuart C. “The Coinage of Aksum.” Manohar, 1984.
- Parrinder, G. (2014). Jesus in the Qur’an. Simon and Schuster. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=OBu9DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PT5&dq=parrinder+jesus&ots=086ABS0MX9&sig=qFkSeeCRKtCQH_kV1RitacS9yj0
- Selassie, Sergew Hable. “Ancient and Medieval Ethiopian History to 1270.” (No Title), 1972. https://cir.nii.ac.jp/crid/1971993809686953119.
- Serge Hable Selassie. “ARMAH.” Encyclopaedia Africana, May 6, 2025. https://encyclopaediaafricana.com/armah/.
- “Sunan Abi Dawud 4309 - Battles (Kitab Al-Malahim) - كتاب الملاحم - Sunnah.Com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم).” Accessed March 22, 2026. https://sunnah.com/abudawud:4309.
- “ص12 - كتاب عمدة القاري شرح صحيح البخاري - باب هجرة الحبشة - المكتبة الشاملة.” Accessed March 21, 2026. https://shamela.ws/book/5756/4960.
- “ص36 - كتاب الطبقات الكبرى ط الخانجي - رقية - المكتبة الشاملة.” Accessed March 21, 2026. https://shamela.ws/book/146/4456.
- “ص129 - كتاب أسد الغابة في معرفة الصحابة ت الرفاعي - رملة بنت شيبة - المكتبة الشاملة.” Accessed March 21, 2026. https://shamela.ws/book/30018/3503.
- “ص146 - كتاب البداية والنهاية ت التركي - تزويج النبي ﷺ بأم حبيبة - المكتبة الشاملة.” Accessed March 21, 2026. https://shamela.ws/book/4445/3022.
- “ص147 - كتاب البداية والنهاية ت التركي - تزويج النبي ﷺ بأم حبيبة - المكتبة الشاملة.” Accessed March 21, 2026. https://shamela.ws/book/4445/3023#p1.
- “ص151 - كتاب تاريخ دمشق لابن عساكر - باب ذكر بنيه وبناته عليه الصلاة والسلام وأزواجه - المكتبة الشاملة.” Accessed March 21, 2026. https://shamela.ws/book/71/1026.
- “ص462 - كتاب دلائل النبوة البيهقي - باب قول الله عز وجل عسى الله أن يجعل بينكم وبين الذين عاديتم منهم مودة وتزوج رسول الله صلى الله عليه وسلم بأم حبيبة بنت أبي سفيان بن حرب - المكتبة الشاملة.” Accessed March 20, 2026. https://shamela.ws/book/7478/1559.
- “ص605 - كتاب تاريخ الطبري تاريخ الرسل والملوك وصلة تاريخ الطبري - ذكر تاريخ وفاه ازواج رسول الله ص اللاتي توفين بعده - المكتبة الشاملة.” Accessed March 20, 2026. https://shamela.ws/book/9783/6349#p1.
- “ص606 - كتاب تاريخ الطبري تاريخ الرسل والملوك وصلة تاريخ الطبري - ذكر تاريخ وفاه ازواج رسول الله ص اللاتي توفين بعده - المكتبة الشاملة.” Accessed March 21, 2026. https://shamela.ws/book/9783/6350.
- “ص652 - كتاب تاريخ الطبري تاريخ الرسل والملوك وصلة تاريخ الطبري - ذكر خروج رسل رسول الله إلى الملوك - المكتبة الشاملة.” Accessed March 21, 2026. https://shamela.ws/book/9783/1277.

No comments:
Post a Comment