Di Dukcapil Denpasar, perkawinan beda agama (PBA) dapat dilaksanakan. Calon pengantin tidak perlu mengubah kolom agama di KTP. Tidak hanya mendapat surat/akta perkawinan, mereka juga akan mengantongi KK dan KTP baru, termasuk agamanya.
Wednesday, February 21, 2024
AKTA PERKAWINAN SATU PAKET
Di Dukcapil Denpasar, perkawinan beda agama (PBA) dapat dilaksanakan. Calon pengantin tidak perlu mengubah kolom agama di KTP. Tidak hanya mendapat surat/akta perkawinan, mereka juga akan mengantongi KK dan KTP baru, termasuk agamanya.
Monday, January 22, 2024
AKIK YANG KYUT; HAUL GUS DUR, HAIL GUS DUR
Lokasi acaranya di markas Jemaat Ahmadiyyah Indonesia Nganjuk yang terletak di kecamatan Baron. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari Jombang.
Tak kusangka aku bertemu dengan Pdt. Bobby, GPIB Tarokan Kediri. Aku kaget tak menyangka akan bertemu malam itu. Selain mereka aku juga bertemu Gilang, mas Agus, mas Kaka, Gus Zaenal, dan banyak lagi kawan.
Friday, January 19, 2024
BERSYUKUR DUA UNSUR BUYA SYAKUR
Kalau kehidupan ekonomi dan sosial kita masih belum mandiri, sulit rasanya bisa bersuara lantang dan mandiri. Seorang ASN, tokoh agama yang digaji institusinya, petugas partai, pekerja, pebisnis, memiliki ketergantungan pada patronnya. Semakin kuat dependensinya semakin ia sulit merdeka
Boleh percaya boleh tidak, kewarna-warnian hukum Islam dalam tradisi klasik terekam sejak lama. Salah satunya dalam karya masterpiece Ibnu Rusyd -- Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid. Ini salah satu kitab raksasa yang merekam keragaman sikap hukum setidaknya 4 madzhab di kalangan Sunni; Maliki, Hanafi, Syafii dan Hanbali, terkait banyak topik.
Saturday, January 13, 2024
CEMBURU BU DENDY DAN PARA ISTRI NABI
Bu Dendy sangat berang karena merasa ditusuk dari belakang oleh Nyla, karibnya. Nyla dianggap telah merebut suaminya. Padahal menurut Nyla, situasinya tidaklah sesederhana itu.
Dalam video yang sempat viral di sosial media, kecemburuan Ovie begitu mengganas hingga tega memperlakukan Nyla seperti itu. Siapa yang salah? Tulisan ini tidak hendak mencari tahu hal itu. Biarlah netizen sendiri yang memutuskan.
Fokus tulisan ini hendak mengeksplorasi betapa peliknya romantika manakala tersandung asmara dengan orang lain –baik sebagai selingkuhan ataupun yang diresmikan. Kecemburuan pelik ini juga tergambar dalam berbagai fragmen rumah tangga nabi bersama para istrinya. Kisah ini terpotret abadi dalam hadits, al-Quran, maupun sirah –biografi nabi.
Bagi umat islam, Nabi diyakini sebagai model ideal dalam semua hal, termasuk ketik mengatur keluarganya. Namun hidup satu biduk dengan banyak cinta sungguhlah tidak mudah. Perasaan cinta, kekuatiran, kecemburuan dan rivalitas selalu turut mewarnai dinamikanya
Sebagai istri pertama yang dinikahi Nabi pascawafatnya Khadija, Sawda binti Zam’ah pernah terekam menyerahkan “jatah gilirannya” kepada istri yang lain. Diduga kuat, Sawdah yang beranjak tua melakukan hal itu karena kuatir diceraikan Nabi, sebagaimana diceritakan Ibn Abbas dalam Jami' al-Tirmidhi Vol.5 Book 44, hadith 3040.
Perlu dicatat, sebelum berpoligami, Khadijah bisa dikatakan cinta mati Nabi. Bersama perempuan aristokrat ini, Nabi menghabiskan sebagian besar hidupnya secara monogami, sekitar 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia pada 620 M. Ada cerita menarik sebagaimana Ibn Saad dan Ibn Jarir al-Tabari menyangkut bagaimana dua orang ini meminta restu ayah Khadijah. Penuh liku-liku dan berstrategi.
Belakangan kecintaan Nabi terhadap mendiang Khadijah tak pelak membuat Aishah bint Abu Bakar cemburu berat. “Nggak pernah aku merasa secemburu kepada istri-istri Nabi kecuali kepada Khadijah,” katanya. Mendengar hal itu, Nabi menjawabnya, ”Alloh sendiri yang langsung merawat cinta Khadijah dalam hatiku,” Percakapan ini terekam dalam Sahih-Muslim hadits nomor 2435.
Perjalanan cinta Nabi bersama para istrinya berjalan penuh dinamika. Salah satunya ditandai dengan rivalitas antaristri. Yang paling mencolok adalah dinamika antara Aishah bint Abu Bakar dan Zaynab bint Jahsy. Keduanya diketahui saling membanggakan diri sesuai dengan keutamaan yang mereka yakini bersifat ilahiah. Aisyah merasa dirinya adalah perempuan yang dipilih Allah melalui Jibril untuk mendampingi Nabi, sebagaimana yang tercatat dalam Sahih Bukhari Vol. 7 Book 62, Number 15.
Selain itu, Aishah juga merasa sangat spesial karena dialah satu-satunya istri yang mendampingi Nabi saat Jibril menyampaikan wahyu di tempat tidur. Keunggulan Aishah pernah ditegaskan nabi dihadapan Umm Salamah. "The superiority of 'Aishah to other women is like the superiority of Tharid to other kinds of food," kata Nabi sebagaimana hadits 3947 di kitab Sunan al-Nasai. Tharid adalah semacam sup kambing muda dicampur roti.
Mungkin karena itu, Aisha terlihat dominan di antara para istri. Ia tidak segan-segan mengungkapkan kecemburuannya di hadapan nabi dan istri-istri lainnya.
Ummu Salamah pernah cerita, suatu ketika ia membawakan makanan untuk nabi dan para sahabatnya. Saat Aisha tahu, makanan itu langsung dibungkus kain dan dihancurkan dengan alat penumbuk. “Eat your food, it is just the jealousy of your mother,” kata Nabi kepada sahabat menenangkan suasana. Nabi lantas memberikan masakan Aisha ke Ummu Salamah dan sebaliknya (Nasai 3956).
Tidak hanya terhadap Ummu Salamah, Aisha juga begitu ekspresif menunjukkan kecemburuannya terhadap masakan Safiyyah, isti Nabi yang lain, “Aku tidak pernah melihat perempuan yang lebih jago masak ketimbang Safiyyah. Saat ia mengirimkannya ke Nabi, aku tidak kuasa untuk tidak menghancurkannya karena cemburu,” katanya seperti terekam di Nasa’i 3957.
Namun demikian, tidak ada rival istri setara di mata Aishah kecuali Zaynab bint Jahsy. Perempuan berstatus janda ini, menurut al-Qurtubi dan Ibn Saad, tidak hanya cantik, berkulit halus, dan ramping (diminutive size) namun juga pekerja keras dan temperamental seperti Aishah. Dia juga ahli menyamak kulit dan punya bisnis di bidang itu.
Dalam aspek campur tangan Tuhan atas perjodohannya dengan Nabi, Zaynab tidaklah kalah dengan Aisha. “Kalau istri-istri lain diberikan oleh keluarga mereka kepada Nabi, Aku dinikahkan Alloh langsung dari surga ketujuh,” kata Anas bin Malik sebagaimana terekam Bukhari 7420. Perkawinannya dengan Nabi memang menjadi satu-satunya perkawinan yang kabarnya menjadi sebab turunnya QS. 33:37.
Dengan kualifikasi seperti ini, agak sulit untuk tidak mengatakan Aishah tidak cukup terintimidasi dengan kehadiran Zaynab. Aisha secara jujur pernah berkata menyangkut sosok Zaynab, "She was somewhat my equal among the wives of the Prophet,“ sebagaimana dicatat dalam Nasa’I 3946. Ibarat liga sepak bola Spanyol, keduanya adalah dua raksasa; Barcelona dan Real Madrid.
Suatu ketika, dengan beraninya, Zaynab mencari suaminya, Nabi, yang saat itu ada di rumah Aisha. Begitu melihat Zaynab datang, nabi menyodorkan tangannya, ingin menyongsong Zaynab. “Dia Zaynab binti Jahsy,” kata Aisha memperingatkan Nabi. Nabi pun langsung menarik tangannya kembali. Entah terkait soal apa, namun Zaynab dan Aishah langsung terlibat adu mulut dengan intonasi tinggi. Nabi hanya diam saja. Saat Abu Bakar lewat depan rumah Aisha, ia berkata “Nabi mari kita shalat saja, (biar nanti saya) lempari debu mulut keduanya,”
Abu Bakar begitu malu atas sikap putrinya terhadap Nabi, “Do you behave like this?” damprat Abu Bakar pada Aisyah.
Ini bukan adu mulut pertama antara Aisyah dan Zaynab. Pada kesempatan lain di mana para istri merasa Nabi terlalu mengistriemaskan Aishah, mereka bersepakat meminta Fatimah, putri Nabi, untuk menyampaikan aspirasi mereka. Sayangnya Fatimah gagal meyakinkan ayahnya. Lalu mereka meminta Zaynab bint Jahsy bertemu Nabi, sebagai wakil mereka. Zaynab pun menemui Nabi, saat itu ada Aisyah di samping Nabi. Saat Zaynab menyampaikan aspirasi para istri, Aisha merasa perempuan itu telah melewati batas. Karena tak kuat dipojokkan terus-menerus, Aisyah pun melakukan perlawanan. Cekcok sengit terjadi di hadapan Nabi. Cerita ini dituturkan sendiri oleh Aishah sebagaimana dicatat oleh Nasai 3944.
Aishah kabarnya juga sangat cemburu kepada Zaynab karena Nabi pernah berlama-lama mengunjungi rumah Zaynab. Ia dan Hafsa kemudian mengatur strategi untuk memprotes Nabi. Peristiwa ini dikenal dengan kasus maghafir, sebagaimana direkam Bukhari Vol.6/60/434, Nasai 3795 dan Abu Dawud 3714.
Saking runcingnya rivalitas di antara mereka, kabarnya para istri terbelah menjadi dua kubu; Aisha, Hafsa, Safiyyah, dan Sawda berhadapan dengan kelompok Ummu Salamah, Zaynab binti Jahsy dan yang lain, seperti dicatat Sahih-Bukhari 2581.
Biduk keluarga Nabi juga pernah diterpa isu keretakan rumah tangga. Suatu ketika Nabi memutuskan tetirah selama sebulan, menjauhi istri-istrinya. Kejadian yang dikenal dengan "Mashraba" ini kontan membikin gempar Madinah. Desas-desusnya, Nabi akan menceraikan semua istrinya karena mereka mencoba menuntut kehidupan yang lebih baik. Kisah ini ditulis dalam berbagai kitab hadits seperti Bukhari, Muslim, Musnad Ahmad maupun Tirmidzi.
Masih ada beberapa kisah lain seputar dinamika di antara istri Nabi, misalnya, antara Hafsah dan Maria Qibtiyah, atau kecemburuan Aisyah terhadap Maria terkait bayi laki-laki yang dilahirkannya.
Barangkali cerita-cerita di atas akan menjadi pelajaran penting untuk merefleksikan kembali idealitas relasi dalam membangun rumah tangga. Jika tidak sedikit Muslim memaknai poligami Nabi sebagai tanda kebolehan melakukan hal yang sama, saya justru sebaliknya. Dalam perspektif suffering-theology, Nabi telah dengan benderang mendemonstrasikan peliknya berbagi cinta. Apalagi, junjungan umat Islam ini pernah menolak putrinya dipoligami Ali bin abi Talib.
Sangat mungkin Nabi tidak ingin Fatimah disakiti, "Sungguh, Fatimah adalah bagian dari diriku. Aku sungguh tidak suka jika ia menderita," kata Nabi sebagaimana dikutip dari Sahih Bukhari 3729.
Meski mungking pendukung poligami meyakini ketidaksetujuan Nabi disebabkan Ali akan mempersunting anak Abu Jahl (musuh Nabi), namun sepanjang hidup Fatima, Ali tidak pernah memadunya bahkan dengan perempuan muslim sekalipun.
Ali baru melakukan poligami saat Fatimah wafat.
Membagi hati dan cinta memang berat, seberat yang dirasakan Bu Dendy dan Nyla. Wallohu a'lam.(*)
**Pernah tayang di Locita.co http://locita.co/esai/cemburu-bu-dendy-dan-para-istri-nabi
Thursday, January 11, 2024
RESTU GUSTI HADIR
Problem keduanya, sekilas, terletak pada bagaimana mencatatkan perkawinan mereka di Kantor Catatan Sipil. Dua kota dimana mereka berdua tinggal, setahuku, belum bisa mencatatkan. Sedangkan pintu pengadilan negeri di dua kota mereka juga terkunci rapat oleh SEMA 2/2023.
Monday, January 1, 2024
SAAT KAKEK MATI-MATIAN MEMPERTAHANKAN CUCUNYA
Thursday, December 28, 2023
LIBERTY HEIGHTS; JALAN MENGENAL RAYUAN MAZMUR (ZABUR)
Sylvia dan Ben adalah teman sekelas di SMA. Sylvia adalah Kristen taat, Afro-Amerika. Sedangkan Ben, berkulit putih-keturunan Yahudi. Meski Ben berkulit putih namun ia tergolong minoritas karena keyahudiannya.
Film tersebut berlatar belakang Amerika dalam tahap awal implementasi kebijakan integrasi di sekolah. Di negara ini, dulunya, sekolah dibedakan; untuk kulit putih dan hitam, sebelum akhirnya dibubarkan.
Secara sosiologis saat itu, tidak mungkin Ben dan Sylvia pacaran. Tidak hanya karena kedua keluarga mereka akan mati-matian menentangnya, namun lingkungan akan mengecap mereka sebagai pemberontak dan mengucilkannya.
Namun cinta adalah cinta. Ia kudus dn meyakini semua manusia juga kudus. Ben seperti tak punya rasa takut. Ia sejak awal tertarik dengan Sylvia.
Suatu hari, diam-diam ia mengikuti Sylvia naik trem, duduk di depannya. Ia jadi sorotan para penumpang yang semuanya "patuh" duduk berdasarkan warna kulitnya.
Ben terlihat resah. Berbeda dengan Sylvia, yang sangat tenang dan dewasa. Ben seperti ingin mengajak bicara Sylvia namun bingung mau memulainya.
Di luar dugaan, Ben ternyata menanyakan kenapa Sylvia begitu tampak sangat menghayati pembacaan doa setiap hari sebelum kelas dimulai. Seperti halnya sekolah di Indonesia tempo dulu, sebelum kelas dimulai, guru akan memulainya dengan doa.
"For me, it's just a moment for myself. the big question is you. What does 23 Psalm mean to you?" Sylvia bertanya balik kepada Ben.
"I have no idea," ujarnya polos.
Ben mengaku doa tersebut sudah seperti lagu kebangsaan baginya, dibaca setiap hari sejak sekolah dasar. Namun dengan jujur ia menyatakan tidak seperti Sylvia dalam menghayatinya; I have no idea.
Keduanya menjadi lebih akrab setelahnya. Setelah sekolah, Ben kerap main ke kamar Sylvia. Tentu saja tanpa sepengetahuan orangtua Sylvia.
Meski aku tahu keduanya sangat bergairah untuk saling bercumbu namun tak pernah sekalipun mereka berciuman, kecuali saat lulus. Ben pernah ketahuan ayah Sylvia dan diusir.
Film aku hentikan sejenak. Aku berupaya mencari tahu apa isi Psalm 23. Dalam Alkitab berbahasa Indonesia Psalm diartikan Mazmur. Setahuku Mazmur merupakan nama lain dari Zabur --salah satu kitab suci milik Nabi Daud yang wajib diyakini keberadaannya oleh orang Islam-Sunni.
Aku masih ingat penjelasan guruku di madrasah ibtidaiyyah (SD). Zabur berisi syair, yang konon ketika dibacakan ia sanggup menghentikan laju daun yang sedang jatuh. Daun akan ngefreeze karena begitu indahnya isi Kitab Zabur.
Sayangnya, guruku saat itu tak mampu menunjukkan bukti keindahannya. Aku seperti Ben, tahu cerita keindahan Zabur namun "I have no idea at all,"
Bahkan hingga lulus S2 sekalipun tak ada dosen atau kiai yang sanggup memberiku bukti keindahan Zabur, Sangat mungkin mereka juga tidak pernah tahu, dalam arti membaca dan menghayatinya seperti ha
مَزْمُورٌ لِدَاوُدَ.
اللهُ رَاعِيَّ، فلَنْ يَنْقُصَنِي شَيءٌ. فِي مَرَاعٍ خَصبَةٍ يُسكِنُنِي. إلَى جَدَاوِلَ هَادِئَةٍ يَقُودُنِي. يُنْعِشُ رُوحِي، وَعَلَى طُرُقٍ صَالِحَةٍ يَهْدِينِي، حَتَّى حِينَ أمشِي فِي وَادِي المَوْتِ المُظلِمِ، لَنْ أخشَى شَرًّا لِأنَّكَ أنْتَ مَعِي. عَصَاكَ وَعُكَّازَكَ يُشَجِّعَانَنِي. أعدَدْتَ لِي مَائِدَةً أمَامَ أعْدَائِي. بِزَيْتٍ مَسَحْتَ رَأسِي. كَأسِي امتَلأتْ وَفَاضَتْ. الخَيْرُ وَالرَّحمَةُ يَتْبَعَانَنِي كُلَّ أيَّامِ حَيَاتِي. وَسَأمكُثُ فِي بَيْتِ اللهِ طَوَالَ حَيَاتِي.
"TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."
Aku tertegun saat membacanya. Kalimat-kalimatnya tersusun puitis. Dalam terjemahan Indonesia, ia memakai kata "Tuhan," sedangkan dalam bahasa Inggris memakai kata "lord," Kata ini sifatnya universal dan netral. Semua penganut apapun agama/keyakinan dapat menggunakannya tanpa kuatir.
Bahkan jika dibaca dengan penuh penghayatan sebagaimana Sylvia, seseorang bisa jadi akan sangat terpilin, terbetot, oleh kuasa kata-katanya.
Aku meyakini siapapun pembuatnya, kabarnya Daud, pasti punya dosa segunung. Sebab tanpa diragukan lagi, ia telah banyak membuat perempuan dan laki-laki patah hati, baik disengaja maupun tidak, gara-gara kata-kata rayuannya.
Daud pasti pintar merayu. Lihat saja bagaimana ia dengan Psalm 23 berupaya sangat halus dan puitis merayu pembacanya. Mereka dirayu dan disugesti untuk meyakini Tuhan akan hadir dan bertindak sesuai ekspektasi mereka.
Jutaan orang, termasuk Sylvia, mempercayai Psalm 23 dengan sepenuh hati. Setiap orang, apapun agamanya, secara ummum, pasti memiliki 1-2 ayat yang sifatnya sangat personal, yang ketika dirapalkan dengan sepenuh hati, seolah ada kekuatan di luar dirinya hadir menghampiri dan merasukinya.
Aku sendiri tak menyangka akan terasuki penggalan kitab suci ini --yang telah lama aku tahu namun baru "tahu" saat menonton film Liberty Heights. Bisa jadi aku menulis cerita ini karena terasukinya.
The Lord is my shepherd, I lack nothing. He makes me lie down.....(*)
Sumber:
https://www.biblegateway.com/passage/?search=Psalm+23&version=ERV-AR
https://www.sabda.org/alkitab/tb/?kitab=19&pasal=23
https://www.biblegateway.com/passage/?search=Psalm+23&version=NIV
Featured Post
Beri Jalan Ulama Perempuan dalam Keanggotaan AHWA di Muktamar 35
Rilis Jaringan NU Kultural (JANUR) Jombang, 19 Agustus 2026 Beri Jalan Ulama Perempuan dalam Keanggotaan AHWA di Muktamar 35 Muktamar ke-35...
-
Dalam cara pandang purifikasi ajaran, dunia ini dipilah secara arbitrer --semena-mena; hitam-putih. Yang satu merasa lebih superior sembari ...
-
Bukan, ia bukan tokoh masa kini seperti Lady Di(ana) atau Lady Gaga. Saya berani jamin Anda pasti kesulitan melacaknya di Vanity Fair atau ...
-
Santy Winarta, Religion F, Univ. Ciputra Surabaya, IG @santywinarta MENURUT saya, selain melakukan ibadah, puasa dapat diartikan sebagai car...














