Pages

Thursday, August 31, 2023

YULI EFFENDI; HAKIM MERAH-PUTIH BERANI TABRAK SEMA 2/2023 "LARANGAN" PERKAWINAN BEDA AGAMA


Yuli Effendi jelas hakim merah-putih. Hakim PN Jakarta Utara ini berani melawan surat edaran bosnya, yang meminta semua hakim bawahannya menolak permohonan perkawinan beda agama (PBA). 

Kini bisa jadi Hakim Effendi terancam kariernya karena membela hak konstitusional warganya yang terhalang edaran si bos. 

Akankah kariernya "disiksa" sebelum akhirnya "digantung" seperti halnya nasib warga kulit hitam yang dianggap mbalelo pada supremasi kulit putih Amerika Serikat karena memperjuangkan kebenaran?

****

Saturday, August 19, 2023

Sikap Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur Terkait Persekusi Pembatalan Rencana Perayaan Agustusan di Rumah Pergerakan dan Kebangsaan Delta Mandala II Sidoarjo

Terkait Persekusi Pembatalan Rencana Perayaan Agustusan di Rumah Pergerakan dan Kebangsaan Delta Mandala II Sidoarjo*

Sekitar pukul 8.30 tadi, Sabtu (19/8), puluhan massa yang terdiri dari aparat desa Semambung Gedangan Sidoarjo, sebagian warga yang didampingi aparat kepolisian dan militer, mendatangi lokasi yang rencananya akan dibuat acara perayaan memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-78 malam nanti. 

Lokasinya di Rumah Pergerakan dan Kebangsaan Perumahan Delta Mandala II Semambung Gedangan Sidoarjo. Acara tersebut dihelat oleh Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) dan GUSDURian Suroboyo (Gerdu Suroboyo).

Wednesday, August 9, 2023

MOHAMMAD DAN KRISTEN-PANCASILAIS DI GPID MENSUNG


"Saya mengundang Gus Aan Anshori untuk maju ke depan. Bapak-Ibu, saya baru tahu kalau nama asli Gus Aan adalah Mohammad Anshori," kata Pdt. Selvi di hadapan ratusan jemaatnya, Minggu, 6 Agustus.

Aku punya setidaknya tiga nama. Nama pertama, Urip Santoso, nama Jawa --sebelum akhirnya "dikudeta" oleh nama berbau Arab dan diformalkan menjadi Mohammad Anshori. Sedangkan nama ketiga adalah nama panggung; Aan Anshori.

Wednesday, July 26, 2023

WAYANGAN DAN PERKAWINAN PENGHAYAT


Jika tidak ada aral melintang, 5 Agustus nanti, akan ada wayangan. Penyelenggaranya adalah Persatuan Warga Kerokhanian Sapta Darma Kota Surabaya. 

Wayangan untuk memperingati acara Suroan ini mengambil judul "Wahyu Makutharama," dengan Dalang Ki Bambang Handoyo. Acaranya terbuka untuk umum, di Gedung Cak Durasim Surabaya. Silahkan hadir.

Sayangnya, aku menyesal tidak bisa datang. Tanggal itu aku ada di Parigi Moutong. 

Tuesday, July 25, 2023

NASIB PERKAWINAN BEDA AGAMA SETELAH KELUARNYA SEMA


Banyak orang bertanya bagaimana nasib perkawinan beda agama (PBA) paskakeluarnya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) kontroversial yang memerintahkan para hakim menolak permohonan PBA di pengadilan.

Nasib PBA di Indonesia makin babak belur. Jika sebelumnya kekuatan intoleran berhasil menekan banyak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kabupaten/kota agar menolak permohonan PBA, kini jalur pengadilan pun ditutup. 

Sunday, July 2, 2023

PRAHARA BAHAGIA "PENERBANGAN" KETIGA; PERKAWINAN BEDA AGAMA

Aku meyakini jodoh dalam perkawinan bermakna tujuan, destinasi setiap manusia, yakni kebahagiaan. 

Ada yang bahagia dengan cukup kawin sekali saja selamanya. Namun tidak sedikit yang harus bergonta-ganti "pesawat" agar sampai ke tujuan.  

Tiap orang memiliki jalan penerbangan masing-masing. Tak terkecuali cerita penerbangan Wulan dan Irman.


Keduanya berbeda agama. Wulan Protestan, Jawa ningrat, ASN. Sedangkan Irman, Islam Sunni, berdarah Madura, swasta. Wulan lebih senior tiga tahun ketimbang Irman. Keduanya saling cinta setelah jodoh mereka dengan dua orang sebelumnya berakhir. 

"Hatiku sudah sangat rapat terkunci untuk laki-laki lain, Gus. Aku tidak mudah mempercayai laki-laki. Tapi Irman berbeda dari sebagian besar lelaki yang berusaha mendekatiku. Kami berencana melanggengkan ikatan cinta kami dalam perkawinan beda agama," ujar Wulan.   

Friday, May 5, 2023

DERU PBA DI BECOMING INDONESIA

Di kampusku Ciputra, tidak ada Fakultas Hukum. Entah kenapa. Mungkin 5 tahun lagi baru ada. 


Namun pagi kemarin, Jumat (5/5), aku bereksperimentasi, mencoba mengajak mahasiswa/i matakuliahku "Becoming Indonesia," berselancar tipis ke dunia hukum. 

Aku meminta mereka membaca putusan/penetapan PN Surabaya terkait perkawinan beda agama (PBA) yang diajukan Rizal Adikara dan E. Debora Sidauruk.

Pagi tadi mereka mendengarkan presentasi dua kelompok terkait asimilasi dan akulturasi melalui perkawinan beda agama/etnis. Mereka banyak memapar aspek sosial dan psikologis. 

Featured Post

Beri Jalan Ulama Perempuan dalam Keanggotaan AHWA di Muktamar 35

Rilis Jaringan NU Kultural (JANUR)  Jombang, 19 Agustus 2026 Beri Jalan Ulama Perempuan dalam Keanggotaan AHWA di Muktamar 35 Muktamar ke-35...