Kemarin, Sabtu (10/1), aku motoran ke Pasar Induk Sayur di Pare Kediri. Jaraknya sekitar 30 km. Tekadku satu; beli nanas.
Sebulan terakhir ini keluarga sangat doyan nanas, kecuali Galang. Hampir tiap kami beli nanas; di pasar, pinggir jalan, atau minimarket.
Yang paling brutal mengkonsumsi nanas adalah Cecil. Ia memang terlihat diet. Makanan utamanya telur rebus dan...nanas. Entah madzhab apa dietnya.
Kenapa di Pasar Induk Pare? Aku meyakini harganya lebih miring. Benar dugaanku. Nanas besar per biji hanya dihargai Rp.4.500. Di pasar Jombang 7-8 ribu. Di pinggir jalan, 13k.